Single Era disebut oleh Generasi Z sebagai “moment” atau masa-masa kesendirian. Bagi sebagian, itu merupakan pilihan yang diambil akibat beberapa pertimbangan seperti hendak fokus ke karir, atau studi. Namun bagaimana jika kamu masuk Single Era karena ga ada yang mau sama kamu?
Eits, jangan patah semangat, nih Sertu kasih solusi untuk keluar dari zona “Single” itu. Pakai aplikasi dating ini, kamu bisa mencari prospek calon pacar atau bahkan calon menantu idaman buat digandeng pas lebaran dan ketemu keluarga besar, tapi jangan dipake buat open BO ya!
1. Indonesiancupid.com
Dikelola oleh perusahaan media bernama SOL Networks Limited yang beralamat di Kepulauan Malta, website ini memberikan solusi untuk mencarikan kamu pasangan hidup. Namun yang unik dari website ini adalah kamu bisa menemukan jodoh bukan hanya di Indonesia, tapi mancanegara.
Jadi kalau kamu bercita-cita pengen punya pacar mancanegara, website ini bisa menjadi pilihan tepat. Selain di Indonesia, jaringan mereka tersedia secara Global mulai dari Jepang, Tiongkok, Ukraina, dan negara-negara lainnya.
Mereka juga memiliki aplikasi yang bisa diunduh di Play Store Google.
2. Tinder
Tinder mungkin bisa dibilang sebagai “legenda” di dunia dating app. Di Indonesia sendiri, aplikasi ini cukup populer di kalangan Gen Millenial dan Gen Z yang ingin cari teman baru, ngobrol santai, sampai yang serius cari pendamping hidup.
Cara kerja dari applikasi ini simpel, kita tinggal swipe kanan kalau menemukan profile yang menarik, swipe kiri kalau enggak cocok. Aplikasi ini sudah banyak meninggalkan testimoni manis berupa kisah cinta yang berujung dari pernikahan, walau yang ngenes dan kandas juga banyak.
3. Bumble
Buat kamu para kadet laki-laki yang introvert dan takut memulai obrolan dengan Perempuan, kamu wajib install applikasi ini. Bumble hadir dengan konsep yang sedikit beda dimana perempuan-lah yang harus memulai obrolan duluan setelah match.
Aplikasi ini cukup membantu buat cewek-cewek yang pengen punya kendali lebih terutama urusan asmara biar ga ketemu cowok red flag.
Di Indonesia, Bumble mulai naik daun sejak banyak kasus penipuan berkedok kenalan yang bermula dari cowok,karena dianggap lebih “aman” dan serius. Tapi jangan salah, suasana ngobrol di Bumble tetap fun dan friendly kok! Selain untuk dating, Bumble juga punya fitur buat cari teman dan networking kerja. Multifungsi, kan?
4. TanTan
Tantan jadi salah satu aplikasi dating yang cukup populer di Asia, termasuk Indonesia. Fitur-fiturnya mirip Tinder, tapi yang bikin beda adalah vibe-nya yang lebih ringan dan banyak pengguna lokal.
Tantan cocok buat kamu yang pengen sekadar ngobrol asik, cari teman mabar, atau bahkan PDKT virtual tanpa harus buru-buru serius. Tapi siapa tahu, dari iseng bisa jadi cinta beneran, ya kan, Kadet?
5. Omi
Kalau kamu udah capek main-main dan lagi pengen hubungan yang lebih bermakna, Omi bisa jadi pilihan menarik. Aplikasi ini punya pendekatan yang lebih serius, dengan algoritma yang bantu kamu nemuin match yang sesuai kepribadian. Banyak penggunanya juga yang punya mindset cari pasangan untuk jangka panjang. Jadi, kalau kamu lagi pengen move on dari main-main, coba deh kasih Omi kesempatan.
6. Litmatch
Litmatch bukan cuma aplikasi dating biasa. Di sini, kamu bisa ngobrol lewat fitur telepon suara, main game bareng, atau join komunitas yang sesuai minat kamu. Cocok banget buat kamu yang gampang canggung chat biasa dan lebih suka ngobrol langsung. Bukan cuma buat cari jodoh, Litmatch juga jadi tempat seru buat ketemu teman baru yang satu frekuensi. Rasanya kayak nongkrong di dunia virtual, tapi tetap bikin hangat di hati.
7. Satset di Ruang Henti Digital
Oke ini sebenernya ga 100% valid, tapi Sertu tambahkan sebagai bonus. Selain menggunakan aplikasi, kamu juga bisa mencari jodoh saat berkegiatan di komunitas, lho. Bertemu banyak orang bisa membuka peluang kamu menemukan jodoh, lewat diskusi atau event-event bersama.
Nah, di TurnBackLink, kita punya komunitas yang tujuan utamanya adalah berbagi insight seputar strategi dan implementasi Digital Marketing. Diskusi berlangsung didalam group WA, dan kini sudah hampir 500 orang yang mendaftar didalamnya.
Kamu mau join ke group ini ? Silahkan baca lebih lanjut tentang Komunitas Digital Marketing kami.

