Kadet, saat kamu membuka website seperti turnbacklink.com atau google.co.id, apakah kamu menyadari bahwa alamat websitenya memiliki struktur nama tertentu?
Yap, saat hendak membeli paket hosting, kamu pasti diminta untuk memilih nama domain, saat nama yang kamu inginkan tidak tersedia, kamu akan ditawarkan domain dengan extensi lain yang masih memungkinkan untuk dibeli, bukan begitu?
Nah extensi domain tersebut dikenal sebagi Top-Level Domain atau disingkat TLD.
Perbedaan Domain vs TLD
Biar tidak bingung, sertu coba bantu kamu untuk membedakan domain dan Top Level Domain.
Domain
Domain sendiri merupakan nama unik, yang nantinya digunakan untuk menjelaskan atau menandai alamat sebuah website di internet. Ibaratnya, domain itu seperti alamat rumah yang digunakan orang lain agar bisa menemukanmu.
Top Level Domain (TLD)
Sementara itu, Top-Level Domain (TLD) adalah bagian akhir dari sebuah nama domain yang muncul setelah titik terakhir. Contohnya, di turnbacklink.com, bagian “.com” inilah yang disebut TLD.
TLD adalah bagian dari sistem penamaan domain global yang diatur oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Sistem ini membantu mengorganisir miliaran alamat situs web agar bisa diakses secara mudah.
Fungsi TLD dan Jenis TLD
Berada di bagian akhir bukan berarti tidak penting, TLD bukan hanya sekadar pelengkap alamat website. Berdasarkan pengamatan kami yang telah banyak membantu pengembangan strategi bisnis digital, setidaknya ada beberapa fungsi penting dari TLD, antara lain:
- Menunjukkan jenis entitas atau organisasi dari website (misalnya .com, digunakan untuk website berbasis komersial, .edu digunakan untuk situs-situs pendidikan, dsb)
- Menandakan website tersebut khusus melayani wilayah geografis tertentu (misalnya seperti .id untuk website di Indonesia, .jp untuk Jepang, dll)
- Meningkatkan kepercayaan pengguna – TLD yang dikenal luas (seperti .com atau .co.id biasanya lebih dipercaya pengguna, ketimbang .xyz atau sejenisnya)
- Membantu penargetan geografis untuk SEO lokal (banyak riset yang kami lakukan menunjukan bahwa domain seperti .id akan lebih mudah muncul di halaman hasil pencarian dengan target audience Indonesia*)
*dengan catatan optimasi dan implementasi strategi SEOnya sudah optimal.
| Jenis-Jenis TLD | Penjelasan dan Fungsi | Contohnya |
|---|---|---|
| Generic Top-Level Domains (gTLD) | TLD yang paling umum dan bisa digunakan oleh siapa saja secara bebas selama masih tersedia di registran | .com .org .net .info .xyz |
| Country Code Top-Level Domains (ccTLD) | TLD yang mewakili kode sebuah negara atau wilayah tertentu, untuk memiliki domain ini setidaknya harus mengikuti aturan dari pengelola kebijakan di negara tersebut. Di Indonesia domain seperti ini dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) | .id (Indonesia), .us (Amerika Serikat), .jp (Jepang), .tv (Tuvalu) |
| Sponsored Top-Level Domain (sTLD) | TLD yang dikelola oleh sponsor atau lembaga tertentu. Untuk memiliki domain tersebut dibutuhkan persyaratan khusus | .edu (lembaga pendidikan, butuh akta pendirian sekolah) .gov (lembaga pemerintahan) .mil (militer) |
Dari penjelasan diatas, kami sering mendapatkan pertanyaan dari para Kadet yang join di komunitas SEO kami, pertanyaan tersebut antara lain :
Apakah TLD memengaruhi performa SEO web?
Secara langsung, tidak. Kini Google menganggap semua domain sama dan berpeluang untuk muncul di halaman hasil pencarian, selama informasi yang disajikan dalam website tersebut relevan untuk menjawab pertanyaan mereka. Baca artikel berikut ini untuk mengetahui faktor ranking SEO.
Mana yang lebih bagus untuk branding, apakah .com atau .id ?
Tergantung target audiens yang ingin kamu tuju. Kalau bisnis kamu menargetkan audience internasional, penggunaan .com akan sangat direkomendasikan. Namun jika target audience kamu lokal di Indonesia, .id atau .co.id bisa jadi pilihan yang baik. Dan semua dilihat dari sisi branding. Baca artikel berikut ini untuk mempelajari strategi branding.
Apakah TLD dapat dengan mudah dibeli ?
Tidak semua, seperti yang disebutkan diatas, beberapa TLD membutuhkan izin khusus yang hanya diberikan jika memiliki dokumen pelengkap, seperti akta pendirian sekolah (untuk .edu), atau identitas yang berlaku seperti KTP/SIM/Passport ( domain .id, .co.id, dan ccTLD lainnya)
Sebagai bagian penting dari penentuan alamat website kita, TLD bukan hanya soal teknis, tapi juga soal cara melakukan branding, menentukan target audiens yang tepat, dan membangun kepercayaan target audience.
Dengan mengetahui berbagai jenis TLD diatas, kami berharap kalian para Kadet bisa lebih bijak dalam memilih ekstensi domain yang sesuai dengan tujuan website kamu. Ingat juga bahwa TLD bisa memengaruhi strategi SEO lokal, terutama jika kamu ingin menjangkau audiens di wilayah tertentu.
Jadi, sebelum membeli domain, pastikan kamu sudah memahami fungsi dan peran TLD agar situsmu tampil lebih profesional dan mudah ditemukan di internet. Untuk mengetahui domain apa yang cocok, kamu bisa menggunakan fitur pengecekan domain yang dimiliki oleh provider hosting terbaik favoritmu.

