Berdebat panjang dengan Developer? Ini perbedaan sesungguhnya URI dan URL

Walau terdengar mirip, di beberapa dokumentasi teknis perusahaan teknologi bahkan kedua istilah ini sering dipakai bergantian untuk menjelaskan proses Crawling atau hal teknis lainnya. Tapi sebenarnya, URL dan URI itu berbeda.

Biar kamu dan developer enggak berantem, sini-sini Sertu kasih tahu bedanya dimana, dan berharap dengan tahu perbedaannya bisa membantu siapapun memahami cara kerja web lebih dalam, terutama buat kamu yang sedang belajar pemrograman, API, atau pengelolaan sistem informasi.

Alasan Kenapa URL dan URI berbeda

Istilah ini sering dipakai secara tidak konsisten. Bahkan beberapa dokumentasi resmi di beberapa platform aplikasi kadang menganggap URL dan URI itu sama. Akibatnya, banyak developer atau kita nih para pemula yang sedang belajar jadi bingung, dan akhirnya asal pakai aja, pokoknya jalan dan tidak crash.

Namun ketika kita mulai membangun sistem yang lebih kompleks, seperti API endpoint, request handler, atau arsitektur RESTful, URL dan URI menjadi terlihat perbedaannya, berikut penjelasannya :

TerkaitURIURL
PengertiannyaUniform Resource Identifier, string (teks) yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu resource, bisa berupa nama atau lokasi.Uniform Resource Locator, memberikan informasi tentang di mana dan bagaimana mengakses resource tersebut, biasanya lewat protokol seperti http, https, atau ftp.
FungsinyaURI itu bisa bikin development lebih rapi tanpa ribet harus set protokol.URL harus di define protokolnya dengan jelas, biar ga salah alamat.
ContohnyaGET /api/v1/users/id?=123https://myapi.com/api/v1/users/id?=123

Bagaimana Menyikapi Perbedaan

Membedakan antara URL dan URI bukan cuma perkara teori, lebih kepada kepentingan terutama bagi kita yang berkecimpung di dunia web development atau pengembangan aplikasi.

Dalam standar teknis seperti RFC 3986 (untuk URI) dan RFC 2141 (untuk URN), penggunaan istilah ini harus tepat supaya sistem bisa berjalan dengan benar dan konsisten.

Misalnya, dalam dunia akademik atau perpustakaan digital, dikenal sistem identifikasi permanen seperti DOI (Digital Object Identifier). DOI itu masuk ke dalam kategori URN, karena tetap merepresentasikan dokumen yang sama meski lokasi file-nya bisa berubah-ubah.

Contoh URN:
urn:isbn:0451450523
Ini adalah URI, tapi bukan URL, karena hanya menunjukkan identitas (buku berdasarkan ISBN), bukan lokasinya.

Sementara :

Contoh URL:
https://example.com/profile.html
Ini URI sekaligus URL, karena selain mengidentifikasi, juga menunjukkan di mana dan bagaimana kita bisa mengakses file tersebut.

Untuk kebanyakan orang, istilah “URL” biasanya dipakai aja untuk menyebut semua alamat web, dan itu tidak salah juga, selama konteksnya jelas. Seperti yang dijelaskan Daniel Miessler dalam artikelnya, dalam bahasa sehari-hari, “URL” sudah dianggap cukup mewakili alamat web, meskipun sebenarnya istilah teknisnya itu adalah URI.

Kesimpulan

Memang kelihatannya sepele, ya, Kadet! Tapi dengan memahami perbedaan URL dan URI tersebut, diharapkan bisa menjadi langkah kecil untuk kita menjadi lebih mahir dalam memahami website dan sistem informasi.

Kalau kamu masih kebingungan untuk memahami hal-hal seperti ini, kamu bisa banget berdiskusi dengan mereka yang paham dibidangnya. Ga tahu harus diskusi dengan siapa ? Tenang, kita punya komunitas yang anggota berisi orang-orang dengan fokus di dunia Digital Marketing, termasuk website development ini.

Yuk gabung ke dalam group Ruang Henti Digital, cek info selengkapnya tentang komunitas kami disini.